Sriwijaya FC Gandeng 15 Kepala Daerah Jadi Bapak Angkat Pemain

Sriwijaya FC Gandeng 15 Kepala Daerah Jadi Bapak Angkat Pemain
#APBD itu buat RAKYAT bukan buat SFC

Untuk menjamin gaji para pemain Sriwijaya FC lancar tanpa ada tunggakan lagi, maka Sriwijaya FC menggandeng kepala daerah dan pengusaha sebagai bapak angkat pemain. Dari kalangan kepala daerah, sedikitnya sudah ada sembilan kepala daerah yang akan menjadi bapak angkat pemain Sriwijaya FC.

Mereka adalah Walikota Palembang, Romi Herton, Walikota Prabumulih Ridho Yahya, Walikota Lubuk Linggau, Prana Putra Sohe, Bupati Banyuasin, Yan Anton Perdinan, Bupati Lahat, Syaifuddin Aswari, Bupati Ogan Komering Ulu Selatan, Muhtadin Serai, Bupati Muara Enim, Muzakir Sei Sohar, dan Bupati Empat Lawang Budi Antoni.

Sementara enam kepala daerah lagi, yaitu Bupati OKI, Bupati Ogan Ilir, Bupati OKU, Bupati Muba, Bupati OKUT dan Walikota Pagaralam, masih akan diminta kesediaannya.

“Untuk saat ini sudah ada sembilan kepala daerah yang menyatakan kesediaannya menjadi bapak angkat pemain Sriwijaya FC, sementara lima kepala daerah lagi, masih kita dekati” kata manajer Sriwijaya FC, Robert Heri, saat diwawancarai VIVAbola di Palembang. Selasa 22 Oktober 2013.

Selain Bupati, menurut Robert, sudah ada sembilan pengusaha yang juga bersedia menjadi bapak angkat pemain. ”Dengan sistem bapak angkat ini, kita tidak perlu lagi memikirkan keperluan pemain selama memperkuat Sriwijaya FC, karena semuanya akan ditanggung oleh bapak angkat pemain,” ujar Robert.

Dikatakan Robert, sebenarnya program bapak angkat ini sudah mulai diterapkan musim lalu, namun sebelumnya hanya beberapa pemain saja yang mendapat bapak angkat, sehingga hanya pemain yang ada bapak angkatnya yang pembayaran gajinya lancar.

“Musim depan, target kita, semua pemain harus memiliki bapak angkat, sehingga tidak ada lagi istilah terlambat membayar gaji pemain. Dengan demikian semua pemain tidak perlu lagi memikirkan masalah tunggakan gaji dan fokus menghadapi pertandingan,” ujarnya.

Dikatakan Robert, musim depan, Sriwijaya FC memiliki target tinggi, yaitu meraih juara ISL dan Piala Indonesia.” Dengan adanya program bapak angkat ini, kita optmis, Sriwijaya FC bisa menghasilkan prestasi maksimal,” katanya.

Read More

Bagaimana bisa, sebuah artikel sederhana di statuta FIFA, sangat sulit untuk dipahami oleh stakeholder sepakbola Indonesia?

Bagaimana bisa, sebuah artikel sederhana di statuta FIFA, sangat sulit untuk dipahami oleh stakeholder sepakbola Indonesia?

Statuta FIFA - artikel XII Competitions, poin B pasal 83 Contacts ayat 1 dan 2 : (1) ” Players and teams affiliated to Members or provisional members of the Confederations may not play matches or make sporting contacts with players or teams that are not affiliated to Members or provisional members of the Confederations without the approval of FIFA. (2) “Members and their clubs may not play on the territory of another Member without the latter’s approval”

Artinya : (1) . Pemain dan tim yang berafiliasi dengan anggota atau anggota provisional konfederasi tidak boleh memainkan pertandingan atau melakukan kontak dengan pemain atau tim yang tidak berafiliasi kepada anggota (federasi) tanpa persetujuan FIFA.

Mulai dari Menteri, pengurus, bahkan pelatih pun berkomentar sama, "TAK ADA PEMAIN ILEGAL DI TUBUH TIMNAS INDONESIA!"

Apakah artikel tersebut punya penafsiran lain, yang bisa melegalkan seorang pemain dari klub ilegal untuk bermain di timnas?
Read More

Seleksi Pemain Coach Indra untuk Indonesia U19

Pemain Timnas U-19 dipilih berdasarkan parameter yang jelas berdasarkan skill, kemampuan taktik, fisik, dan mental. Pelatih Indra Sjafri menegaskan pemilihan pemain tidak didasarkan atas alasan kuota asal daerah.

"Ini timnas sepak bola, bukan partai politik atau panitia haji, harus ada kuota," kata Indra saat berbincang dengan Tempo, Jumat, 18 Oktober 2013, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Indra mengatakan hal tersebut menjawab tidak adanya pemain asal Papua. Menurut dia, pemain asal Papua ada yang masuk seleksi dalam skuad Garuda Muda. Namun kedua pemain itu cedera sehingga tidak dimasukan dalam skuad.

Meski begitu, Indra menegaskan tetap saja dirinya memilih pemain bukan karena latar belakang daerah. "Mau ada-enggak ada Papua, enggak ada urusan. Kalau mampu, ya, terpilih. Kami enggak ada sistem kuota, 'O, Papua harus ada dua'. Semua diperlakukan sama. Kalau kebetulan yang lolos orang Papua semua, ya, apa boleh buat, harus diterima. Tapi kalau enggak ada orang Papua juga harus terima," Indra menerangkan.

Parameter yang jelas dan terukur ini membuat Indra mampu meracik Timnas U-19 yang tangguh. Terbukti mereka mampu menunjukan prestasi dengan menjuarai Piala AFF U-19 di Sidorjo beberapa waktu lalu. Selain itu mereka juga berhasil mengalahkan tim kuat Korea Selatan dalam perebutan tiket putaran final Piala Asia AFC 2014 di Myanmar pada Oktober tahun depan.

Adanya parameter itu membuat Indra punya pegangan dalam memilih pemain berkualitas. "Enggak pakai bohong-bohongan, enggak pakai insting dalam memilih, dan juga enggak karena opini, atau karena ada saudaranya di PSSI," kata Indra.
Read More

Gelar AFF U-19 Terancam DICABUT, Ini Gara-Gara PSSI Cari PENYAKIT...!!!!

Gelar AFF U-19 Terancam DICABUT, Ini Gara-Gara PSSI Cari PENYAKIT...!!!!

Maraknya kekhawatiran mengenai akan hilangnya gelar juara Piala AFF U-19 maupun tiket lolos ke AFC U-19 yang didapat Timnas U-19 Indonesia, ditanggapi Tondo Widodo. Mantan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI itu menilai bahwa kekhawatiran tersebut buah dari ulah PSSI sendiri.

"Yang nggak mengakui status Persebaya 1927 sebagai klub Evan Dimas itu kan PSSI sendiri. AFC dan FIFA masih mengakui peserta kompetisi Indonesian Premier League sampai 2013 ini. Baru 2014 mendatang akan ada satu kompetisi yaitu Indonesia Super League," ujar Tondo, pada Bola.net.

"Yang buat masalah ya PSSI sendiri. Untuk menunjukkan superioritas mereka dalam kasus Persebaya, mereka mengatakan yang diakui adalah Persebaya DU. Kalau ada komplain dari Korea Selatan, PSSI sendiri yang harus buktikan. Ini namanya makan buah simalakama. Dimakan bapak mati, nggak dimakan ibu mati," sambungnya.

Sebelumnya, muncul kabar bahwa kemenangan Skuat Garuda Jaya di ajang AFF U-19 dan tiket lolos ke putaran final AFC U-19 yang diraih Timnas U-19 dipermasalahkan beberapa tim. Mereka dikabarkan memprotes status Kapten tim Garuda Jaya, Evan Dimas,i yang dianggap ilegal karena klubnya -Persebaya 1927- tak diakui PSSI.

Meski sejauh ini baru menjadi sekadar kabar burung, kekhawatiran ini bukannya tak beralasan. Pasalnya, dalam Statuta FIFA, tercantum jelas bahwa organisasi yang tidak memiliki hubungan dengan FIFA tidak boleh menjalin hubungan keolahragaan dengan pemain atau klub yang tidak berafiliasi dengan mereka.

Read More

Gavin Kwan Adsit atau Evan Dimas Darmono ???

Nich kapten Berprestasi di Indonesia U19

1. Gavin Kwan Adsit
Kapten yang membawa Indonesia juara HKFA
Cup di Hongkong 2 kali, 2012 dan 2013

2. Evan Dimas Darmono
Kapten yang membawa Indonesia juara AFF
Cup 2013 dan Lolos Piala Asia U19
kalau menurut anda siap yang pantas jadi
kapten utama?

Gavin Kwan Adsit atau Evan Dimas Darmono
Read More

Jacksen & Rahmad Hampir Adu Jotos di Kantor PSSI

Satu Bulan lalu admin ngepost lebih baik JFT dibandingkan RD

Jacksen & Rahmad Hampir Adu Jotos di Kantor PSSI
Oleh: Dewa | 23 October 2013 |
Satu demi satu kebusukan PSSI mulai terbongkar kembali, terutama dlm case pelatih timnas senior.Seperti yang kita tahu bersama, kursi kepelatihan Jacksen F Tiago memang sdh akan diganti dgn satu2nya calon yaitu Riedl. Namun, apa yang sebenarnya terjadi? Motif apa yang melatarbelakangi PSSI memecat Jacksen?

Orang awam pun tahu bahwa gonta-ganti pelatih adalah hal yang tabu, apalagi bagi tim nasional yg harusnya disiapkan scr jangka panjang. Tapi karena memang dasarnya PSSI ada di lingkungan mafia dan politisi, apapun bisa terjadi, Di sini awal mula masalahnya. Jacksen F Tiago ini adalah seperti ‘anak haram’ yang tidak disukai PSSI.

Itulah salah satu alasan mengapa Jacksen Tiago akan dipecat PSSI. PSSI lebih mengutamakan RD daripada Jacksen. Rahmad Darmawan ini di PSSI adalah segalanya. Wajar, krn memang sejak 2010 RD telah menjadi anak emas kartel mafia PSSI di bawah Nirwan. Usut punya usut, Jacksen dipecat PSSI bukan krn Jacksen ingin latih tim Cina, tetapi justru krn PSSI tak suka dgn keberadaan Jacksen.

Apalagi setelah Jacksen & Rahmad hampir adu jotos di kantor PSSI.jacksen sdh tahu bahwa posisinya sbg pelatih hanya utk isi kekosongan sblm Riedl kembali, krn memang skenarionya seperti itu. Namun, sejak Jacksen hampir adu jotos dgn pelatih anak emas kartel Nirwan Bakrie itulah, PSSI jadi semakin benci dgn Jacksen. Apalagi Jacksen tdk panggil pemain2 yg biasanya jd ‘titipan’ timnas. Jacksen malah panggil Taufiq yg klubnya dianggap illegal oleh PSSI.

Namun yang bikin situasi tambah parah adalah Jacksen & Rahmad Darmawan berebut Kurnia Meiga & Andik Vermansyah. Jacksen menganggap bahwa pemain timnas U-23 yg sdh pernah dpt caps timnas senior harusnya masuk timnas senior, tapi RD menolak mentah2.

Mengapa RD menolak? karena ada kepentingan besar yg bermain di sini. RD ini skrg benar2 jadi raja di lingkungan kepelatihan PSSI.Semua keinginan RD pasti dipenuhi PSSI. RD jugalah yang mengatur seluruh pemain yg akan masuk timnas U-23 ataupun senior.

Bedanya, RD tak bisa leluasa atur punggawa timnas senior krn Jacksen berpengaruh di media, apalagi ketika Eggy jg tak masuk tim senior.RD & PSSI sengaja berkomplot utk hambat timnas senior agar dpt alas an memecat Jacksen utk kemudian digantikan Riedl.

Jika kemarin timnas senior kalah lawan Cina, mungkin hari ini juga pelatih timnas sdh berganti ke Riedl sesuai skenario. Namun Jacksen msih beruntung timnas bisa seri, tetapi apa yg terjadi? Bahkan PSSI sdh hubungi Riedl sblm berhembus Jacksen dipecat. Aneh

Di sini pun sdh terlihat jelas bahwa Jacksen memang benar2 ‘anak haram’ yang tidak diharapkan hadir di lingkungan PSSI.Isu pemecatan Jacksen dihembuskan sesaat setelah Jacksen menolak pula utk melatih Persebaya Cronous milik La Nyalla.

Kemudian, PSSI bersikap seolah2 menjadi orang baik dgn mempersilakan Jacksen berkarir di Cina pada media.Namun, yg terjadi sesungguhnya adalah PSSI ingin Jacksen cepat2 prgi krn ingin cepat2 ganti dgn Riedl yg sdh menunggu di Epicentrum. Dari sini pun kita sudah dpt menyimpulkan beberapa hal, yg pasti Jacksen dipecat bkn krn performa, tetapi krn sjk awal tdk disukai PSSI.

Kejadian diperparah dgn Jacksen yg berkonflik dgn anak emas kartel mafia Nirwan Bakrie, Rahmad Darmawan. Itulah yg buat JFT tak kerasan.Tapi mengapa dulu PSSI panggil jacksen? Karena memang Jacksen awalnya ‘hanya; disiapkan utk ptd Pra Piala Asia.

PSSI tahu Indonesia satu grup dgn lawan2 yg sulit. Jacksen punya kerja berat. Hampir mustahil jadi juara grup.Karena hampir mustahil itulah akhirnya akan muncul opsi public bahwa timnas asuhan Jacksen kalahan shg Jacksen hrs diganti. namun kenyataannya berbeda 180 derajat..
Read More

Arema Indonesia Ajukan Gugatan Ke CAS

Arema Indonesia Ajukan Gugatan Ke CAS

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Arema Indonesia yang bermain di Indonesian Premier League (IPL) akhirnya mengikuti langkah Persebaya 1927. Tim Berjuluk Singo Edan itu sudah melaporkan pelanggaran yang dilakukan PSSI kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga Dunia (Court Of Arbitration For Sport - CAS). Itu Dilakukan setelah PSSI mengambil alih Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dari operatornya, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di tengah Jalan. Selain itu PSSI tidak mengikutsertakan Arema IPL dalam Playoff unifikasi liga. Alasannya, Arema IPL dianggap klub kloningan dari Arema Cronous yang berlaga di Indonesia Super League (ISL). Akan tetapi, Arema IPL enggan dianggap klub kloningan karena mereka mengaku memiliki legalitas yang diakui AFC dan FIFA. Sebagai bukti, tim tersebut berlaga di ajang kompetisi antar klub asia , Piala AFC tahun 2012. Pelatih Arema IPL Abdurahman Gurning mengakui Direktur utama Arema IPL Winarso dan istri Pendiri Arema Novi Zaenal sudah melaporkan bukti-bukti bahwa timnya telah dicurangi. "Sekarang kita tunggu hasilnya", kata pelatih asal Medan itu seperti dilansir situs resmi Arema IPL, Aremaindonesiafc.com. Red: Fernan Rahadi

Read More

Hore ADT ke PSIS

Hore ADT ke PSIS

SEMARANG, - Nasib PSIS yang masih digantung Ancora membuat tokoh bola Andi Darussalam Tabusalla prihatin. Mantan Direktur PT Liga Indonesia (PT LI) itu pun siap menangani tim yang pernah menjuarai Perserikatan 1987 dan Liga Indonesia 1999 ini.

Menurut pria kelahiran Surabaya, 25 Agustus 1950, Ancora yang didirikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan telah melecehkan olahraga, terutama sepak bola. Janji mengelola Arema Indonesia dan PSIS dua musim lalu, sekarang ditinggalkan begitu saja. Bahkan kini nasib PSIS tengah digantung.

Dia pun menantang perusahaan investasi asal Jakarta itu memberikan kuasa kepadanya mengelola Laskar Mahesa Jenar. Karena sejauh ini tidak ada itikat baik kepada PSIS. Sebagai tim besar dan memiliki sejarah panjang, kondisi seperti ini sangat disayangkan.

"Jangan mentang-mentang punya duit seenaknya sendiri mengobok-obok sepak bola Indonesia. Kami khawatir bulu tangkis dan golf yang kini menjadi fokus utama mereka, juga akan ditinggalkan begitu saja," tuturnya Ketua KONI Sulsel itu dengan kesal.

Pria yang akrab disapa ADT pun akan membicarakan maksud ini dengan Ketua Harian PSIS Simon Legiman. Dijadwalkan, dua tokoh senior sepak bola itu akan bertemu Kamis (24/10). ADT juga ingin meminta pendapat kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi.

Bila diberikan kepercayaan, dia menjanjikan sebuah tim yang dapat promosi ke Indonesia Super League (ISL). Karena menurutnya, PSIS layak beradadi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Untuk memuluskan, rencananya memerlukan sekitar Rp 7,5 miliar hingga Rp 8 miliar.

Dari segi angka, cukup besar. Namun dapat disiasati dengan menggandeng pengusaha-pengusaha di Kota Lunpia. Pengusaha dapat menjadi bapak asuh bagi para pemain, sehingga mengurangi beban manajemen. Adapun untuk operasional dicarikan dari pemasukan uang tiket dan sponsor.

"Potensi sepak bola Semarang cukup besar. Apalagi memiliki suporter fanatik yang selalu memadati seisi Stadion Jatidiri. Banyak juga pengusaha di Kota Semarang dan Jateng yang dapat membantu PSIS," sambungnya.

Hadirnya tokoh peduli PSIS ini membawa angin segar kepada pengurus. Ketua Harian PSIS Simon Legiman menuturkan, membuka pintu selebar-lebarnya kepada Andi Darussalam. ''Kami akan bertemu pada Kamis (24/10). Mudah-mudahan menghasilkan hal positif,'' tandas Simon.

Read More

Pemain 900 menit di Timnas U19 !

Pemain 900 menit di Timnas U19 !
Oleh: Achmad Suwefi | 23 October 2013 | 11:51 WIB

Salam sepakbola nasional,

Ndak habisnya cerita yang dapat diulas dari perjuangan Timnas U19 kala menjuarai AFF U19 dan juara grup G kualifikasi Piala Asia U19 dengan mengalahkan Korsel dengan skor 3-2. Salah satunya adalah melihat statistic â €œmenit bermain†para pemain Timnas dalam kedua ajang tersebut. Ada tujuh partai di Piala AFF (total 660 menit) dan tiga partai kualifikasi Piala Asia (270) sehingga kalau ditotal jumlah menit yang dilakoni Timnas U19 mencapai 930 menit karena dipartai final Timnas harus melakukan adu tendangan pinalti saat mengalahkan Vietnam 7-6 (0-0, 0-0).

Dari kedua ajang yang dilakoni, muncul 11 pemain dengan menit bermain yang lebih banyak dibanding dengan pemain lainnya (diatas 600 menit) dalam skuad ‘Garuda Muda’ asuhan coach Indra Sjafrie. Mereka dengan menit bermain terbanyak (sumber : Harian berita kota super ball) :

1. I  Putu Gede Juni Antara : 930 menit 2. Evan Dimas Darmono : 929 menit 3. Ravi Murdianto : 879 menit 4. Ilham Udin Armayin : 845 menit 5. Hansamu Yama : 840 menit 6. M Fatcurahman : 835 menit 7. Zulfiandi : 814 menit 8. M. Sharul : 795 menit 9. Muchlis Hadi : 777 menit 10. M. Hargianto : 623 menit 11. Maldini Pali : 611 menit Dengan sebelas pemain diatas yang rutin menghiasi line up Timnas U19, membuat coach Indra Sjafrie mampu membentuk skuad Timnas U19 yang mumpuni. Data diatas menunjukkan itulah gambaran 11 pemain yang menjadi cikal bakal alias tulang punggung Timnas U19 didua ajang kemarin. I Putu Gede Juni Antara dan Evan Dimas Darmono menjadi pemain dengan menit bermain diatas 900 menit, layak kalau saya sebut pemain 900 menit Timnas U19! Evan Dimas hanya kalah 1 menit dibanding bek tengah Timnas Putu Gede Juni, karena saat bermain kontra Korsel dirinya ditarik oleh coach Indra Sjafrie digantikan dengan Dio Permana. Walau Putu Gede Juni dan Evan Dimas Darmono berpredikat pemain 900 menit Timnas U19, namun hal itu tidak menjamin keduanya akan menjadi pilihan utama coach Indra Sjafrie diajang putaran final Piala Asia U19 di Myanmar tahun depan. Pun termasuk pemain dengan caps diatas 600 menit (seperti data diatas). Sebagaimana yang dikonfirmasikan coach Indra Sjafrie, persaingan tetap selalu terbuka bagi semua pemain yang dipanggil seleksi Timnas U19. Sistem buka tutup tetap akan dilakukan demi mendapatkan pemain terbaik guna mewujudkan target lolos ke Piala Dunia U20 di Selandia Baru. Dan para pemain pun menyadari betapa keras persaingan kedepan, sehingga tidak bisa berleha-leha dengan apa yang telah dicapai mereka sejauh ini. “Saya akan berusaha keras. Persaingan kedepan akan semakin ketat. Tetapi saya percaya jika pelatih akan memilih pemain berdasarkan performa mereka. Jadi, saya harus terus memperbaiki penampilan baik sewaktu latihan atau bertanding,†ujar Putu Gede Juni “Saya sadar kalau ngga jaga kondisi dan penampilan, kapan pun bisa digeser. Dan saya selalu diingatkan orang tua terus bekerja keras,†tekad kiper andalan Timnas, Ravi Murdianto.
Untuk saat ini layak saya menyebut I Putu Gede dan Evan Dimas Darmonon sebagai pemain 900 menit Timnas U19 plus Ravi Murdianto (yang sempat cidera di AFF U19), kalian kunci permainan Timnas U19 sejauh ini !

Salam sepakbola nasional,
Read More

Timnas Indonesia PSSI akan Copot Jacksen dan RD Sebagai Pelatih Timnas dan Timnas U-23

Timnas Indonesia
PSSI akan Copot Jacksen dan RD Sebagai Pelatih Timnas dan Timnas U-23

PSSI berencana menunjuk nahkoda baru selepas laga melawan Irak dalam lanjutan Pra Piala Asia 2015 grup C, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 19 November mendatang. Kondisi itu seperti memutus harmoni yang sudah terbangun.

Pengamat sepak bola Danurwindo (62) menyatakan, pergantian pelatih otomatis mengubah style of play atau gaya permainan di dalam tim. Pelatih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pemain dan sebaliknya.

Proses adaptasi semakin panjang jika PSSI menunjuk pelatih yang 'buta' kultur dan budaya sepak bola di Indonesia. Tantangan terbesar pelatih baru adalah mempersiapkan tim menuju putaran final Piala AFF di Singapura serta Vietnam, tahun depan.

"Pelatih baru yang pasti akan punya gaya main yang berbeda dengan pelatih sebelumnya. Itu kan perlu adaptasi waktu. Menunjuk pelatih tim nasional pun dengan segala pertimbangan. Saya nggak ngerti alasan ditunjuk Jacksen. Apakah untuk jangka panjang atau jangka pendek," tutur Danurwindo kepada Berita Kota Super Ball di Jakarta, Jumat (18/10/2013).

"Normalnya, pergantian secepat nggak bisa dilakukan. Penunjukkan timnas harus panjang ke depan. Tapi bisa saja berhenti di tengah jalan, apabila di kontraknya tercantum klausul tersebut," tambah Danurwindo, mantan pelatih timnas Indonesia di putaran final Piala Asia 1996 itu.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono menjelaskan selain Jacksen PSSI juga mencari nama baru untuk menangani timnas U23. Posisi Rahmad Darmawan bakal digantikan setelah mengawal Garuda Muda pada SEA Games, 1 hingga 21 Desember 2013.

RD, panggilan Rahmad Darmawan, dihubungkan bakal melatih Persebaya Surabaya Liga Super Indonesia (LSI) musim depan. Lompat dari Arema Indonesia. Sedangkan Jacksen dikaitkan hijrah ke China.

"Kami nggak halangi melakukan perikatan (dengan klub). Tapi efektif mereka bekerja di klub masing-masing setelah tugasnya selesai. Coach (pelatih) Rahmad Darmawan setelah SEA Games dan coach Jacksen setelah tanggal 19 November," tutur Joko.

Mengenai calon pengganti, PSSI akan melakukan finalisasi nama setelah dua even rampung.
Read More

Jacksen Tiago Favoritkan Nil Maizar-Indra Sjafri Latih Timnas Senior

Jacksen Tiago Favoritkan Nil Maizar-Indra Sjafri Latih Timnas Senior

JAKARTA - Pergantian posisi pelatih di Tim Nasional Indonesia senior, bakal terjadi dalam waktu dekat.

Pelatih asal Brasil, Jacksen F Tiago, kemungkinan akan diganti, setelah pertandingan melawan Irak pada babak kualifikasi Grup C Piala Asia 2015.

Pertandingan Timnas Indonesia melawan Irak akan digelar pada 19 November 2013, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Jacksen F Tiago mengaku, banyak sosok pelatih di Indonesia yang dinilai mampu mengemban amanah sebagai pelatih kepala di timnas senior.

“Bagi saya, banyak pelatih yang berkualitas di sini seperti Nil Maizar, Indra Sjafri,” katanya saat dihubungi, Rabu (23/10/2013).

Indra Sjafri merupakan pelatih yang sukses menangani Timnas Indonesia U-19. Skuat ‘Garuda Jaya’ dibawa meraih gelar juara Piala AFF 2013 dan lolos ke putaran final Piala Asia 2014.

Sementara, Nil Maizar merupakan pelatih muda berbakat yang pernah setahun menangani timnas senior. Selain kedua pelatih itu, nama Alferd Riedl yang pernah melatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 pun muncul ke permukaan.

“Selain itu, masih ada nama–nama yang bagus untuk melatih timnas. Ini bukan ranah saya untuk menjelaskan. Kalau untuk detail, tanya kepada yang berwenang,” tuturnya.

Pelatih Persipura Jayapura akan meninggalkan timnas, karena mendapatkan tawaran untuk melatih salah satu klub di Cina League One, Tianjin Songjiang.

Jacksen menilai, melatih di klub–klub luar negeri dapat membuat dia berkembang secara profesional sebagai pelatih. Bagi dia, pilihan berat meninggalkan Timnas Senior, namun pilihan itu harus diambil.

“Saya cinta pekerjaanku, dan separuh jiwaku sudah merah putih. Cuma, saya masih sangat muda sebagai pelatih. Saya punya keinginan besar untuk berkembang secara profesional sebagai pelatih,” tambahnya.

Jacksen F Tiago telah melatih timnas senior sejak pertandingan Indonesia melawan Belanda pada Juni 2013. Pencapaian pelatih asal Brasil cukup bagus. Sebab, dia mampu membawa Boaz Salossa dan kawan–kawan mengalahkan Filipina 2-0, dan menahan imbang Cina 1-1. Kedua pertandingan dilangsungkan di Indonesia. (*)
*tribunnews
#JFT baguslah Anda sudah Sehat
Read More